Info
Selasa, 20 Okt 2026
  • Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im - Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas di Provinsi Banten
  • Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im - Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas di Provinsi Banten

Tasawwuf dan Bimbingan Konseling Islam

Tasawwuf dan Bimbingan Konseling Islam

 

Beberapa tahun terakhir, penulis yang juga dosen pada program studi Bimbingan & Konseling Pendidikan Islam (BKPI) di Sekolah Tinggi Pesantren Darunna’im (STPDN) Lebak-Banten, selalu mengampu dua MK (Mata Kuliah) ini.  Tasawuf sendiri  biasanya dipelajari oleh mahasiswa baru pada semester I. Sedangkan Bimbingan Konseling Islam mengikuti pada semester III. Biasanya saat di tanya kebanyakan mahasiswa baru mengaku masih awam dengan ilmu tasawwuf akan tetapi ada juga  sedikit diantara mereka  yang sudah sering membaca referensi menganai tasawuf mungkin basic mereka dari pondok persantren akan tetapi konstrusi pemikiran tentang tasawufnya belum terbentuk dan  masih  mirip berupa sebuah puzle.

Tulisan ini membahas tentang hubungan yang erat dan saling melengkapi dari kedua cabang ilmu tersebut. Sehingga menjadi pintu masuk untuk semangat mempelajari kedua ilmu tersebut. Berikut beberapa aspek yang menghubungkan keduanya:

 

Konsep Dasar Tasawuf dan Bimbingan Konseling Islam

  1. Pengembangan Diri Tasawuf fokus pada pengembangan potensi pada diri spiritual seseorang, sedangkan bimbingan konseling Islam membantu individu mengatasi masalah dan mencapai potensi maksimal.
  2. Kesadaran Spiritual: Tasawuf menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan selalu terkonektif dengan Allah Swt, yang juga menjadi dasar bimbingan konseling Islam yang memiliki ciri berupa rujukan utamanya adalah al quran dan hadist.

 

Prinsip-Prinsip Tasawuf dalam Bimbingan Konseling Islam

  1. Tawbah (Pengakuan dan Penyesalan): Mendorong klien mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri, agar bisa kembali kepada kehidupan yang lurus dan benar , dan pertaubatan ini juga adalah merupakan station atau langkah pertama bagi orang yang ingin menjalani laku tasawuf.
  2. Taqwa (Ketaatan): Membantu klien memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Dan ini juga target dalam perjalanan tasawuf.
  3. Sabar (Kesabaran): Mengajarkan klien untuk menerima cobaan dengan sabar dan bijaksana.
  4. Tawakkal (Pengharapan): Mendorong klien untuk percaya diri dan berharap pada Allah SWT.
  5. Muhasabah (Refleksi Diri): Membantu klien melakukan refleksi diri untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.

 

Teknik Bimbingan Konseling Islam berbasis Tasawuf

  1. Muraqabah (Pengawasan Diri): Membantu klien memantau pikiran, perasaan, dan tindakan. Karena merasa selalu diawasi oleh Allah SWT
  2. Mukashafah (Pengungkapan Diri): Mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran secara terbuka.
  3. Tadarrus (Pembacaan Spiritual): Menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits untuk memotivasi dan memberi bimbingan. Serta sebagai therapi dalam konseling Islam.
  4. Dzikir (Pengingat): Mengajarkan klien untuk mengingat Allah SWT melalui dzikir dan doa.

 

Manfaat Integrasi Tasawuf dalam Bimbingan Konseling Islam

  1. Meningkatkan kesadaran spiritual dan keimanan.
  2. Membantu mengatasi masalah mental dan emosional.
  3. Meningkatkan kemampuan menghadapi kesulitan.
  4. Membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah SWT dan manusia.
  5. Meningkatkan kesabaran dan ketabahan.

Dengan memahami hubungan antara ilmu tasawuf dan bimbingan konseling Islam, kita dapat mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dan efektif dalam membantu individu mencapai potensi maksimal. Dan dari sini juga bisa memahami bahwa psikolog yang sebenar benarnya psikolog adalah seorang seikh Sufi (Mursyid) dan tidak heran jika Sigmund Freud sendiri seorang yang di kagumi di dunia psikologi modern dan aliran pemikiranya sampai sekaran tetap populer dan banyak pengikutnya merumus ide, ego dan super ego nya terinspirasi setelah membaca karya kaya Al-Ghazali dan Ibnu Arabi.

 

Referensi

  1. Abu Hamid Al-Ghazali. (2005). Ihya’ Ulumuddin
  2. Imam Al-Ghazali. (2013). Kitab Tasawuf
  3. Dr. Tarmizi, M.Pd. (2018). Bimbingan Konseling Islam.

Oleh: Ahmad Himawan, S.Ag.,M.A.,M.M

 

 

Share:

Artikel Terkait

Empat Cara Mengenali Penyakit Hati Pada Diri Sendiri Perspektif Imam Ghazali
Empat Cara Mengenali Penyakit Hati Pada Diri Sendiri Perspektif Imam Ghazali
Pernahkah kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi kesulitan menemukan kesalahan dalam...
Kebutuhan Akan Penghargaan: Ketika Sesorang Ingin Merasa Berarti
Kebutuhan Akan Penghargaan: Ketika Sesorang Ingin Merasa Berarti
      Setelah kebutuhan dasar, rasa aman, dan kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan...
Mengenal Konsep Minat Sosial Perspektif Alfred Adler
Mengenal Konsep Minat Sosial Perspektif Alfred Adler
      Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang dari luar tampak memiliki kehidupan...
Kekuatan Pygmalion Efect Dalam Komunikasi
Kekuatan Pygmalion Efect Dalam Komunikasi
    Pernahkah Anda memperhatikan bahwa cara kita memandang seseorang ternyata bisa mempengaruhi...
Lebih Dari Sekedar Gerakan: Menemukan Jiwa Dan Spiritualitas Dalam Setiap Rakaat Shalat
Lebih Dari Sekedar Gerakan: Menemukan Jiwa Dan Spiritualitas Dalam Setiap Rakaat Shalat
    Bagi seorang Muslim, shalat adalah ibadah yang hadir begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari....
Ketika Ego Diam Menguasai Diri: Mengenali Kesombongan Dari Perspektif Psikologi Islam
Ketika Ego Diam Menguasai Diri: Mengenali Kesombongan Dari Perspektif Psikologi Islam
Ada satu jenis kesombongan yang tidak selalu terlihat dari cara berpakaian, mobil yang dikendarai, rumah...
Ketika Keberadaan Kita Tidak Dianggap
Ketika Keberadaan Kita Tidak Dianggap
    Bayangkan suatu ketika Anda datang ke acara kumpul warga, reuni sekolah, atau sekadar pertemuan...
Wudhu: Bersuci Lahir dan Batin
Wudhu: Bersuci Lahir dan Batin
  PENGANTAR   Sebelum seorang Muslim berdiri menghadap Allah Swt. dalam shalat, ada persiapan...
Senyummu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah: Ketika Kebaikan Dimulai dari Garis Bibir
Senyummu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah: Ketika Kebaikan Dimulai dari Garis Bibir
    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memahami sedekah sebagai sesuatu yang berkaitan...
Tawadhu: Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
Tawadhu: Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
    Di era media sosial seperti sekarang, kita hidup dalam ruang yang hampir selalu mendorong...

Berita Terbaru

Berita UKM Terbaru

x