Info
Senin, 19 Okt 2026
  • Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im - Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas di Provinsi Banten
  • Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im - Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas di Provinsi Banten

“Namamu Masih Hidup di Langit Hati”

Puisi untuk guru kami

Karya :

Ahmad Fitriyadi Sari

 

Telah rebah tubuhmu ke dalam tanah,

namun ruh perjuanganmu tak ikut pasrah.

Kami meraba jejakmu di antara waktu,

seperti membaca cahaya di balik kabut rindu.

 

Engkau tak lagi hadir dalam bentuk,

tapi hadirmu menembus setiap sudut.

Di ruang sunyi dan doa yang lirih,

namamu jadi zikir yang tak pernah letih.

 

Kami tumbuh dari petuahmu yang tulus,

menjadi pohon yang tak takut angin menderu.

Engkau adalah akar dari semua harap,

yang menanam keberanian di hati yang rapuh.

 

Tak perlu patung, tak perlu tugu,

cukup kenangan yang jujur dan syahdu.

Karena engkau adalah sejarah yang hidup,

yang ditulis dengan kasih, bukan tinta.

 

Banyak bicara, tapi tak sebijak diam-mu.

Banyak pemimpin, tapi tak seteduh langkah-mu.

Kau tak minta dipuja, tak haus pujian,

cukup memberi, lalu pergi dalam keikhlasan.

 

Kini kami terus berjalan di tapakmu,

belajar bahwa hidup bukan sekadar waktu.

Tapi tentang arti yang kita tinggalkan,

tentang cinta yang kita sebarkan.

 

Bait-baitmu tetap bernyanyi dalam dada,

seperti lagu lama yang tak pernah pudar maknanya.

Engkau mengajarkan: mati bukanlah akhir,

jika hidup pernah berarti bagi sesama.

 

Setiap sore kami kirimkan doa,

seperti burung-burung yang pulang ke langit-Nya.

Semoga damai di sisi-Nya kau temui,

sebagaimana damai yang kau beri semasa di bumi.

 

Kami tahu, tak ada yang abadi,

kecuali kebaikan yang tulus dan murni.

Dan engkau, adalah bukti nyata,

bahwa hidup bisa sederhana, tapi luar biasa.

 

Tidurlah tenang, wahai jiwa mulia,

namamu hidup dalam langkah dan cita.

Selama bumi masih berputar setia,

inspirasimu tetap menyala di dada kami semua.

 

Share:

Artikel Terkait

Empat Cara Mengenali Penyakit Hati Pada Diri Sendiri Perspektif Imam Ghazali
Empat Cara Mengenali Penyakit Hati Pada Diri Sendiri Perspektif Imam Ghazali
Pernahkah kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi kesulitan menemukan kesalahan dalam...
Kebutuhan Akan Penghargaan: Ketika Sesorang Ingin Merasa Berarti
Kebutuhan Akan Penghargaan: Ketika Sesorang Ingin Merasa Berarti
      Setelah kebutuhan dasar, rasa aman, dan kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan...
Mengenal Konsep Minat Sosial Perspektif Alfred Adler
Mengenal Konsep Minat Sosial Perspektif Alfred Adler
      Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang dari luar tampak memiliki kehidupan...
Kekuatan Pygmalion Efect Dalam Komunikasi
Kekuatan Pygmalion Efect Dalam Komunikasi
    Pernahkah Anda memperhatikan bahwa cara kita memandang seseorang ternyata bisa mempengaruhi...
Lebih Dari Sekedar Gerakan: Menemukan Jiwa Dan Spiritualitas Dalam Setiap Rakaat Shalat
Lebih Dari Sekedar Gerakan: Menemukan Jiwa Dan Spiritualitas Dalam Setiap Rakaat Shalat
    Bagi seorang Muslim, shalat adalah ibadah yang hadir begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari....
Ketika Ego Diam Menguasai Diri: Mengenali Kesombongan Dari Perspektif Psikologi Islam
Ketika Ego Diam Menguasai Diri: Mengenali Kesombongan Dari Perspektif Psikologi Islam
Ada satu jenis kesombongan yang tidak selalu terlihat dari cara berpakaian, mobil yang dikendarai, rumah...
Ketika Keberadaan Kita Tidak Dianggap
Ketika Keberadaan Kita Tidak Dianggap
    Bayangkan suatu ketika Anda datang ke acara kumpul warga, reuni sekolah, atau sekadar pertemuan...
Wudhu: Bersuci Lahir dan Batin
Wudhu: Bersuci Lahir dan Batin
  PENGANTAR   Sebelum seorang Muslim berdiri menghadap Allah Swt. dalam shalat, ada persiapan...
Senyummu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah: Ketika Kebaikan Dimulai dari Garis Bibir
Senyummu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah: Ketika Kebaikan Dimulai dari Garis Bibir
    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memahami sedekah sebagai sesuatu yang berkaitan...
Tawadhu: Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
Tawadhu: Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
    Di era media sosial seperti sekarang, kita hidup dalam ruang yang hampir selalu mendorong...

Berita Terbaru

Berita UKM Terbaru

x