Kalanganyar, Lebak – Sekolah Tinggi Pesantren Darunna’im (STPDN) Lebak-Banten resmi membuka dan membekali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) angkatan ke-VII tahun ini. Acara pembukaan digelar dengan penuh semangat, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kepesantrenan serta akhlak mulia selama pelaksanaan program di masyarakat, Senin (02/02/2026).



Ketua Sekolah Tinggi Pesantren Darunna’im, Dadan Sunandar, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan KUKERTA harus sesuai dengan moral dan etika Islam. “Mahasiswa STPDN harus menjaga nilai-nilai kepesantrenan dengan baik, karena kampus ini membawa nama besar pesantren. Semoga KUKERTA ke-VII ini berjalan lancar dan membawa manfaat,” ujar Dadan Sunandar.
Lokasi pelaksanaan KUKERTA Ke-VII dipusatkan di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang berfungsi sebagai kecamatan penyangga wilayah tersebut. Kecamatan ini terdiri dari 13 desa, namun program kali ini hanya menyasar 5 desa terpilih. Miftahul Hayat menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah ini mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, dengan kondisi yang relatif maju namun masih menghadapi tantangan akses pendidikan akibat jarak tempuh yang cukup jauh.
“Para mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan masyarakat yang multikultural, terutama karena kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Cimarga. Di pagi hari, mahasiswa dapat berkontribusi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat, sementara malam harinya fokus pada interaksi dan kegiatan bermasyarakat,” tambahnya.
Ketua Pelaksana KUKERTA, Mansori, melanjutkan dengan penyampaian tema utama program tahun ini: “Penguatan Moderasi Beragama dan Akhlak Sosial Berbasis Kearifan Lokal”. Ia menekankan agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri, memahami, serta menghargai tradisi dan budaya lokal di Kecamatan Cikulur.
“Para mahasiswa wajib melakukan dialog dan mengobrol dengan masyarakat, menjadi role model kebaikan, serta berkoordinasi dengan kelompok. Perkenalkan diri kepada perangkat desa, sesuaikan dengan tradisi setempat, ikut serta dalam kegiatan yang ada, lakukan observasi, dan selalu jaga tata bahasa, sopan santun, serta perilaku. Setiap tindakan kalian akan mewakili nama kampus,” pesan Mansori.

KUKERTA STPDN dirancang sebagai kegiatan pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengalaman nyata di lapangan, sekaligus memperkuat karakter mahasiswa berbasis nilai pesantren dan kearifan lokal. Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa sasaran, khususnya dalam bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama.
Editor: Suri, Fadil
Fotografer: Mutiara, Novitasari
(Red/Humas STPDN)
Tinggalkan Komentar