Info
Kamis, 08 Okt 2026
  • Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im - Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas di Provinsi Banten
  • Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Pesantren Darunna'im - Perguruan Tinggi Islam yang Berkualitas di Provinsi Banten

Menembus Dinding Kelas: PPLK Penentu Masa Depan Mahasiswa Kependidikan

Menjadi seorang guru tidak cukup hanya dengan modal IPK sempurna atau menghafal seluruh teori pedagogi di dalam buku teks. Ketika bel sekolah berbunyi dan puluhan pasang mata siswa menatap kita, teori-teori tersebut seketika melebur dalam ujian nyata yang bernama ruang kelas. Di sinilah letak pentingnya Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) sebuah fase krusial yang sering kali menjadi penentu apakah kita siap menjadi pendidik atau justru demam panggung di depan murid-murid. Bagi mahasiswa fakultas keguruan, PPLK bukan sekadar mata kuliah prasyarat kelulusan yang harus digugurkan demi selembar ijazah. Lebih dari itu, PPLK adalah laboratorium hidup tempat bertransisi dari penonton di bangku kuliah menjadi aktor utama di dunia pendidikan yang sesungguhnya. Selama bertahun-tahun di kampus, mahasiswa dijejali dengan berbagai strategi manajemen kelas, psikologi perkembangan anak, hingga metode pembelajaran inovatif. Namun, kertas, modul, dan simulasi micro teaching bersama teman sekelas tidak pernah bisa menggambarkan dinamika anak-anak zaman sekarang.

 

Filsuf dan tokoh pendidikan terkemuka, John Dewey pernah mencetuskan prinsip learning by doing (belajar dengan melakukan). Dewey menegaskan bahwa Education is not preparation for life; education is life itself.  PPLK adalah perwujudan dari prinsip ini. Kita tidak bisa belajar mengajar hanya dengan membaca buku, kita harus terjun langsung ke dalamnya. Melalui PPLK, kita belajar bahwa mengajar bukan hanya tentang mentransfer ilmu (transfer of knowledge), melainkan tentang bagaimana menyentuh hati siswa agar mereka mau belajar (transfer of value).

 

PPLK memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi sosial dan kepribadian, dua hal yang sering kali luput diasah dalam perkuliahan formal. Di sekolah tempat PPLK, kita tidak lagi dipandang sebagai mahasiswa, melainkan sebagai Ibu Guru atau Bapak Guru. Sebagai guru di sekolah PPLK, kita adalah role model bagi siswa. Kita belajar bagaimana berkomunikasi secara profesional, menerima kritik membangun dari guru pamong senior, serta memposisikan diri sebagai figur teladan yang digugu dan ditiru persis seperti konsep Ing Ngarso Sung Tulodo yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara. Tanggung jawab moral ini selaras dengan hadits Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya kesempurnaan akhlak dan teladan bagi seorang pendidik:

 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).

 

Urgensi terbesar dari PPLK sebenarnya adalah sebagai momen refleksi diri. Banyak mahasiswa yang memilih jurusan keguruan karena pilihan kedua, atau sekadar mengikuti keinginan orang tua. PPLK adalah momen pembuktian. Saat berinteraksi langsung dengan siswa, melihat binar mata mereka ketika memahami materi, atau mendengar ucapan terima kasih yang tulus, di sanalah passion mengajar biasanya lahir. Sebaliknya, jika selama PPLK mahasiswa merasa tertekan dan tidak menemukan kebahagiaan, itu menjadi pengingat awal untuk mengevaluasi kembali karier masa depan sebelum benar-benar terjun ke dunia profesi.

 

 

Biodata Penulis

Adih, M.Pd.I.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Dosen Bimbingan & Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Sekolah Tinggi Pesantren Darunna’im (STPDN) Lebak-Banten.

Share:

Artikel Terkait

Empat Cara Mengenali Penyakit Hati Pada Diri Sendiri Perspektif Imam Ghazali
Empat Cara Mengenali Penyakit Hati Pada Diri Sendiri Perspektif Imam Ghazali
Pernahkah kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi kesulitan menemukan kesalahan dalam...
Kebutuhan Akan Penghargaan: Ketika Sesorang Ingin Merasa Berarti
Kebutuhan Akan Penghargaan: Ketika Sesorang Ingin Merasa Berarti
      Setelah kebutuhan dasar, rasa aman, dan kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan...
Mengenal Konsep Minat Sosial Perspektif Alfred Adler
Mengenal Konsep Minat Sosial Perspektif Alfred Adler
      Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang dari luar tampak memiliki kehidupan...
Kekuatan Pygmalion Efect Dalam Komunikasi
Kekuatan Pygmalion Efect Dalam Komunikasi
    Pernahkah Anda memperhatikan bahwa cara kita memandang seseorang ternyata bisa mempengaruhi...
Lebih Dari Sekedar Gerakan: Menemukan Jiwa Dan Spiritualitas Dalam Setiap Rakaat Shalat
Lebih Dari Sekedar Gerakan: Menemukan Jiwa Dan Spiritualitas Dalam Setiap Rakaat Shalat
    Bagi seorang Muslim, shalat adalah ibadah yang hadir begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari....
Ketika Ego Diam Menguasai Diri: Mengenali Kesombongan Dari Perspektif Psikologi Islam
Ketika Ego Diam Menguasai Diri: Mengenali Kesombongan Dari Perspektif Psikologi Islam
Ada satu jenis kesombongan yang tidak selalu terlihat dari cara berpakaian, mobil yang dikendarai, rumah...
Ketika Keberadaan Kita Tidak Dianggap
Ketika Keberadaan Kita Tidak Dianggap
    Bayangkan suatu ketika Anda datang ke acara kumpul warga, reuni sekolah, atau sekadar pertemuan...
Wudhu: Bersuci Lahir dan Batin
Wudhu: Bersuci Lahir dan Batin
  PENGANTAR   Sebelum seorang Muslim berdiri menghadap Allah Swt. dalam shalat, ada persiapan...
Senyummu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah: Ketika Kebaikan Dimulai dari Garis Bibir
Senyummu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah: Ketika Kebaikan Dimulai dari Garis Bibir
    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memahami sedekah sebagai sesuatu yang berkaitan...
Tawadhu: Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
Tawadhu: Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
    Di era media sosial seperti sekarang, kita hidup dalam ruang yang hampir selalu mendorong...

Berita Terbaru

Berita UKM Terbaru

x